Jenis-jenis Pinjaman Usaha dan Tips Memilih - Refine Accounting
Skip to content

Jenis-jenis Pinjaman Usaha dan Tips Memilih

Seperti yang kita tahu sumber modal usaha ada beberapa jenis yaitu:

  1. Modal pribadi
  2. Investor
  3. Pinjaman

Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang pinjaman usaha. Pinjaman usaha dapat diberikan oleh bank atau badan keuangan lainnya. Pinjaman usaha secara prinsip akuntansinya akan menimbulkan biaya bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan. Di artikel ini kami akan membahas jenis-jenis pinjaman usaha berdasarkan entitas pemberi pinjaman, kemudian suku bunga yang berlaku dan beberapa nilai plus dan minus yang secara umum akan Anda dapatkan. Kemudian kami juga akan memberikan tips memilih pinjaman usaha yang cocok untuk kriteria perusahaan Anda.

Jenis-jenis pinjaman usaha

  1. KUR
    KUR atau kredit usaha rakyat merupakan program pinjaman modal usaha dari pemerintah untuk diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena KUR merupakan program pemerintah, entitas yang dapat memberikan pinjaman ini adalah Himbara atau himpunan bank milik negara, artinya hanya bank-bank milik negara yang memiliki program pinjaman ini. KUR dapat memberikan plafon pinjaman hingga Rp100 juta. Suku bunganya pun cenderung rendah.
  2. Kredit Tanpa Anggunan (KTA)
    Hampir semua bank memiliki fasilitas pinjaman ini. Jenis pinjaman ini merupakan produk pinjaman yang memberikan fasilitas kredit tanpa perlu menjaminkan aset apapun. Bank mengambil keputusan untuk memberi pinjaman berdasarkan history kredit yang sudah pernah Anda lakukan. Misal, Anda menggunakan kartu kredit pada bank yang Anda ajukan KTA. Jika riwayat pembayaran tagihan kartu kredit lancar, bank cenderung akan menyetujui pengajuan pinjaman KTA. Plafon KTA berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Suku bunganya dari jenis pinjaman ini berkisar 1%-3% per bulan.
  3. Kredit Investasi
    Jenis pinjaman modal usaha ini merupakan fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai proyek baru atau ekspansi suatu perusahaan. Jangka waktu kredit ini tergolong menengah dan panjang. Karena kredit investasi bisa diberikan dalam jangka panjang, maka plafon yang diberikan bisa dari ratusan juta hingga puluhan miliar. Jangka waktunya bisa mencapai 10 hingga 20 tahun. Suku bunga pinjaman ini berkisar 6%-8% per tahun.
  4. Pinjaman Koperasi
    Koperasi merupakan sebuah organisasi bidang ekonomi yang dijalankan oleh para anggota demi kepentingan bersama. Selain menjalankan usaha untuk memperoleh keuntungan bersama, koperasi juga menjalankan kegiatan simpan pinjam. Jika tergabung dalam sebuah koperasi, Anda dapat melakukan pinjaman. Suku bunga pinjaman koperasi sendiri tergolong rendah dibandingkan dengan bank.
  5. P2P Lending
    Peer-to-peer lending atau P2P lending adalah sebuah metode pinjaman yang menghubungkan langsung individu pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana pinjaman. P2P lending menghilangkan peran institusi keuangan semacam bank. Kamu pun bisa mendapatkan pinjaman modal melalui platform P2P lending. Asalkan kamu dapat meyakinkan para pemilik modal bahwa bisnismu punya peluang besar ke depan. Alternatif lain dari P2P lending, kamu bisa memulai crowdfunding. Suku bunga untuk jenis ini umumnya lebih tinggi dari bank, hanya saja proses verifikasinya jauh lebih mudah dibandingkan dengan bank.
  6. Kredit Modal Kerja
    Jenis pinjaman modal usaha ini diberikan kepada bisnis yang membutuhkan bantuan untuk menutupi biaya operasi sehari-hari. Kredit Modal Kerja bersifat jangka pendek. Pinjaman jenis ini cocok untuk bisnis musiman yang membutuhkan permodalan untuk bertahan, hingga nanti pendapatan meningkat lagi pada masa mendatang. Suku bunga pada jenis pinjaman ini berkisar 5%-8% per tahun.

Tips memilih pinjaman usaha

  1. Tentukan alasan pinjaman usaha
    Pastikan alasan pinjaman usaha Anda sifatnya produktif bukan konsumtif.
  2. Evaluasi bisnis Anda
    Pastikan bahwa nilai bisnis Anda lebih tinggi dari nilai hutang Anda. Pastikan Anda juga sudah melakukan pembukuan yang baik sehingga Anda paham posisi laba rugi perusahaan Anda sebelum mengambil hutang. Ingat, Anda hanya melakukan pinjaman usaha untuk alasan produktif, bukan konsumtif apalagi gali lubang tutup lubang.
  3. Pertimbangkan tingkat suku bunga yang sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan Anda. Jangan memilih jenis pinjaman hanya karena proses verifikasi mudah tapi suku bunganya terlalu tinggi hingga membuat keuangan perusahaan Anda rugi.
  4. Biaya pengajuan
    Tidak hanya biaya bunga yang harus Anda bayar, tetapi ada juga biaya pengajuan yang harus Anda bayar. Hal ini tentu harus Anda pertimbangkan sebelum melakukan pinjaman

Kesimpulan

Pinjaman usaha memberikan tambahan modal usaha bagi perusahaan. Pinjaman menjadi sebuah kesempatan jika alasan pinjaman tersebut produktif dan Anda dapat mengukur posisi keuangan perusahaan Anda. Jika tidak, maka pinjaman usaha dapat menjadi bom waktu yang dapat meruntuhkan perusahaan Anda dalam semalam.